Jumat, 30 Mei 2008

Program Keturunan

Siklus menstruasi adalah siklus alami tubuh wanita untuk reproduksi.

Satu siklus menstruasi dihitung dari hari pertama menstruasi sampai tepat satu hari sebelum menstruasi bulan berikutnya.

Siklus menstruasi berkisar antara 21-40 hari, dan hanya sekitar 10-15% wanita memiliki siklus 28 hari.
Daftar isi
1 Fase Pra Ovulasi
2 Ovulasi
3 Fase Pasca Ovulasi
3.1 Jika Tidak Ada Pembuahan
3.2 Jika Ada Pembuahan
4 Referensi


Fase Pra Ovulasi

Pada hari pertama menstruasi, terjadi perdarahan akibat peluruhan dinding rahim (endometrium) yang disebabkan oleh penurunan level hormon progesteron. Hal ini terjadi karena ovum (sel telur) yang dilepas pada siklus sebelumnya tidak mengalami pembuahan, sehingga dinding rahim yang dimaksudkan untuk menangkap ovum yang terbuahi tidak diperlukan lagi. Peluruhan dinding rahim ini berlangsung selama beberapa hari, atau rata-rata lima hari.

Pada saat perdarahan menstruasi ini berlangsung, hormon FSH (Follicle Stimulating Hormone) serta hormon LH (Luteinizing Hormone) mulai dilepas oleh tubuh, yang berfungsi untuk mematangkan ovum yang akan dilepas pada siklus ini.

Saat ovum matang, tubuh mengalami peningkatan hormon estrogen, dan hormon FSH dan LH mengalami penurunan. Dengan hormon estrogen ini, dinding rahim baru perlahan-lahan terbentuk. Seiring dengan meningkatnya estrogen, lendir leher rahim, yang berfungsi untuk membantu aliran sperma, mulai terbentuk.

Pada saat level hormon estrogen mencapai puncaknya:
ketebalan dinding rahim juga mencapai maximum
produksi lendir leher rahim juga mencapai maximum
leher rahim berada dalam kondisi terbuka dan dalam keadaan lembut

Tanda-tanda fisik di atas digunakan dalam metode kesadaran kesuburan.

Ovulasi

Silakan baca lengkapnya dalam artikel ovulasi

Fase Pasca Ovulasi

Setelah ovum dilepaskan dari ovarium, folikel yang ada membentuk corpus luteum yang mulai melepaskan hormon progesteron. Hormon inilah yang menyebabkan kenaikan suhu basal tubuh dibandingkan suhu basal tubuh di hari-hari sebelumnya (thermal shift).

Selepas ovulasi, progesteron dan sedikit estrogen menahan dinding rahim agar tidak luruh. Hal ini dimaksudkan apabila terjadi pembuahan pada sel telur yang dilepaskan tadi, maka dinding rahim akan dapat menangkapnya dan terjadilah kehamilan.

Selepas ovulasi, produksi lendir leher rahim mengalami penurunan drastis dan posisi leher rahim mulai menutup dan tidak lagi lembut

Jika Tidak Ada Pembuahan

Lama kelamaan, corpus luteum menjadi hancur produksi progesteron menurun sehingga tidak kuat menahan dinding rahim, terjadilah peluruhan.

Jika Ada Pembuahan


Ovulasi

Setelah tahap pra-ovulasi dalam siklus menstruasi, setelah estrogen mencapai titik puncaknya dan mulai menurun, terjadi pengeluaran hormon LH dan FSH yang tinggi secara mendadak yang disebut juga sebagai LH Surge, dan hal ini menyebabkan folikel ovum untuk pecah dan mendorong ovum itu sendiri untuk keluar dari ovarium. Sel telur biasanya dilepaskan dalam waktu 16-32 jam setelah terjadi peningkatan. Terjadilah ovulasi.

Kadang kala, rasa sakit yang tajam di sekitar perut berarti ovulasi sedang terjadi. Ini adalah tanda-tanda kesuburan sekunder.



Kehamilan


Kehamilan adalah saat di mana seorang wanita menumbuhkan embrio atau janin manusia di dalam rahimnya.

Keadaan di mana seseorang tidak dapat hamil secara alami atau tidak dapat menjalani kehamilannya secara utuh disebut infertilitas.

Kemungkinan Kehamilan

Pada pasangan berumur 20-an dengan kesuburan normal, kemungkinan hamil setiap bulannya adalah 20 persen. Sekitar 60% pasangan yang secara aktif mencoba hamil (berhubungan intim dua hingga tiga kali per minggu) akan menjadi hamil dalam kurang dari enam bulan, dan 90% dalam 18 bulan. Semakin bertambah umur, kemungkinan hamil akan menurun.

Fase Kehamilan

Pada umumnya kehamilan terbagi menjadi tiga fase:
Trimester pertama
Trimester kedua
Trimester ketiga



Kesadaran kesuburan

Metode Kesadaran Kesuburan (Fertility Awareness Method) adalah praktek pengamatan tanda-tanda kesuburan wanita untuk mengetahui kapan fase subur atau fase infertil dalam siklus menstruasinya. Metode ini bisa digunakan untuk kontrasepsi maupun untuk mencapai kehamilan. Daftar isi
1 Kesalahpahaman
2 Kelebihan dan Kekurangan
3 Penerapan
3.1 Mulai Pemetaan
3.2 Pemetaan Suhu
3.3 Pemetaan Lendir
3.4 Pemetaan Posisi Leher Rahim
3.5 Kesimpulan Pemetaan
3.6 Fase Infertil
4 Referensi


Kesalahpahaman

Metode KK ini sedikit berbeda dengan Metode KB Alami (Natural Family Planning). Pengikut metode KBA berprinsip untuk tidak menggunakan alat kontrasepsi sama sekali, sehingga pada fase subur mereka akan menghindari melakukan hubungan intim sama sekali. Sementara pengikut metode KK masih menggunakan alat kontrasepsi (seperti kondom atau diafragma) apabila ingin berhubungan intim pada masa subur. Umumnya alasan agama (misalnya Katolik) mendorong seseorang mengikuti metode KBA.

Metode KK bukanlah Metode Kalender. Metode kalender, atau dikenal juga sebagai metode ritme atau metode Knaus-Ogino, hanya bergantung pada penghitungan hari untuk mengira-ngira kapan jatuhnya fase subur. Metode kalender tidak seakurat metode KK, dan banyak pengikut metode KK menganggap metode kalender sudah ketinggalan jaman.

Untuk melengkapi metode KK dan metode KBA, pasangan yang baru mempunyai anak dapat pula mengikuti metode LAM (Lactational Amenorrhea Method), yaitu efek kontrasepsi yang timbul karena praktek menyusui.

Kelebihan dan Kekurangan

Metode KK memiliki kelebihan sebagai berikut:
Tanpa efek samping
Gratis, tidak perlu membeli obat ataupun ke dokter
Tidak menggunakan bahan kimia
Dapat digunakan baik untuk mencapai kehamilan maupun untuk kontrasepsi
Dapat digunakan oleh semua wanita, baik tua maupun muda, bahkan untuk wanita yang siklus menstruasinya tidak teratur.
Apabila dipraktekkan dengan benar, efektifitasnya mencapai 99%, setara dengan pil KB.

Kekurangannya
Tidak mencegah dan menghalangi menularnya penyakit kelamin
Sulit dilakukan jika baru melahirkan (terutama karena banyak bergadang)
[sunting]
Penerapan

Pada prinsipnya, metode KK adalah melakukan kombinasi pengamatan dan pemetaan (Sympto-Thermo Method):
Suhu basal tubuh
Lendir leher rahim
Posisi leher rahim (tidak harus)

Ketiga tanda-tanda kesuburan di atas dipetakan setiap hari, mulai dari hari pertama menstruasi. Beberapa bulan setelah memulai pemetaan, anda akan mulai mengerti siklus menstruasi anda, namun tidak berarti anda lantas berhenti melakukan pemetaan. Silakan download lembar pemetaan gratis dari website Toni Weschler.


Mulai Pemetaan

Pemetaan sebaiknya dimulai pada hari pertama menstruasi. Berikut adalah ringkasan langkah-langkahnya

Pemetaan Suhu
Ambil suhu basal tubuh sesuai dengan arahan di artikel ini.
Masukkan angka tersebut ke dalam lembar pemetaan. Jika anda menggunakan termometer kaca, dan angkanya jatuh di antara dua angka, pilih angka yang terrendah.
Rekam juga kejadian khusus seperti: stres, sakit, bepergian, bergadang, dsb, pada baris Miscellaneous. Juga tulis jika suhu anda diambil pada jam yang berbeda dari biasanya di baris Time Temp Taken.
Pada hari berikutnya tarik garis menghubungkan suhu kemarin dengan hari ini (kecuali jika anda mengalami kenaikan suhu abnormal)

Langkah berikutnya adalah menggambar garis muka (coverline) di lembar pemetaan. Garis muka ini akan membantu anda membedakan tahap Pra Ovulasi dan tahap Pasca Ovulasi:
Pada hari-hari berikutnya, perhatikan kapan suhu anda naik setidaknya dua digit lebih tinggi daripada suhu tertinggi di hari-hari sebelumnya dalam bagan.
Pada hari itu, lihat mundur enam hari, dan tandai dengan stabilo keenam suhu rendah terakhir sebelum kenaikan suhu di atas
Gambarlah garis muka satu digit di atas suhu yang tertinggi dalam enam hari terakhir yang sudah ditandai dengan stabilo itu.

Catatan: Hati-hati dengan kenaikan suhu abnormal. Kenaikan suhu di luar masa subur biasanya disebabkan oleh faktor seperti demam, stres, minum alkohol pada malam sebelumnya, atau begadang. Kenaikan suhu ini bisa terlihat apabila pada hari berikutnya suhu kembali turun lebih dari dua digit, ke level rendah. Kenaikan suhu abnormal ini dicatat di dalam lembar pemetaan, tetapi tidak dihubungkan dengan garis. Dalam penghitungan enam hari mundur untuk menggambar garis muka, suhu abnormal diabaikan, dan masukkan suhu hari sebelum suhu abnormal ke dalam penghitungan enam hari tersebut.

Pemetaan suhu membantu anda menghitung panjang siklus menstruasi dan kapan terjadinya ovulasi. Ovulasi terjadi pada hari terakhir sebelum terjadi kenaikan suhu pasca ovulasi. Tetapi, pemetaan suhu saja tidak cukup. Anda juga harus melakukan pengamatan dan pemetaan lendir leher rahim.

Pemetaan Lendir

Silakan lihat artikel lendir leher rahim untuk mengetahui bagaimana melakukan pengamatan lendir leher rahim. Cara pemetaan adalah sbb:
Tandai menstruasi di baris Dry, Spotting or PERIOD.
Tandai bintang jika yang mengalir darah merah (biasanya dua hari pertama)
Tandai bintang dilingkari jika yang mengalir coklat, merah muda, atau buram
Tandai dengan tanda strip jika tidak ada lendir apa-apa.
Tandai dengan mewarnai di baris Sticky jika yang muncul adalah lendir berwarna buram, putih atau kekuningan, tetapi tidak benar-benar basah. Kadang memiliki bentuk seperti pasta atau bekas karet penghapus.
Tandai dengan mewarnai di baris Creamy, berikut baris di bawahnya, jika yang muncul adalah lendir berwarna buram, putih, atau kekuningan dengan bentuk seperti lotion.
Tandai dengan mewarnai di baris Eggwhite, berikut baris di bawahnya, jika yang muncul adalah lendir basah seperti putih telur, biasanya berwarna bening. Lendir ini bisanya bisa ditarik hingga cukup panjang tanpa jatuh atau robek. Biasanya menyebabkan rasa basah pada vagina.
Tandai sisa sperma atau sisa obat spermisida dengan tanda tanya
Tulis di baris Vaginal Sensation dengan deskripsi mengenai kelembaban vagina yang anda rasakan: kering, lengket, lembab, atau basah.
Pemetaan Posisi Leher Rahim

Silakan lihat artikel posisi leher rahim untuk mengetahui bagaimana melakukan pengamatan lendir leher rahim. Cara pemetaan adalah sbb:
Tandai F, jika leher rahim berada dalam posisi rendah, tertutup, dan keras
Tandai M, jika leher rahim berada dalam posisi pertengahan, agak terbuka, dan tidak terlalu keras
Tandai S, jika leher rahim berada dalam posisi tinggi, terbuka, dan lembut.
[sunting]
Kesimpulan Pemetaan

Puncak masa subur adalah:
hari terakhir daripada hari-hari dengan lendir leher rahim yang basah dan subur, serupa dengan putih telur
hari terakhir daripada hari-hari dengan keadaan vagina yang basah dan lembab (meski tanpa adanya lendir leher rahim)
hari terakhir dari hari-hari dengan spotting di tengah-tengah siklus menstruasi

Tandai puncak masa subur dengan menuliskan PK di baris Fertile Phase and PEAK DAY dalam lembar pemetaan. Ini pun dapat dikonfirmasi dengan pengamatan posisi leher rahim

Puncak masa subur terjadi sebelum kenaikan suhu basal tubuh

Fase Infertil

Menurut Weschler, berikut adalah penentuan fase infertil dalam metode ini:
Pra Ovulasi:
Lima hari pertama setelah menstruasi anda infertil
Pada hari-hari anda kering sebelum ovulasi (dilihat dari adanya lendir leher rahim dan kelembaban vagina) anda aman untuk berhubungan intim pada malam harinya.
Pasca Ovulasi
Tiga hari setelah kenaikan suhu basal tubuh anda infertil (mulai malam ketiga setelah kenaikan suhu basal tubuh).
Empat hari setelah puncak masa subur, anda infertil (mulai malam keempat setelah puncak masa subur)

Apabila ragu akan kesuburan anda, gunakan kontrasepsi penghalang.

Lebih lengkap......

Minggu, 25 Mei 2008

DIABAIKAN TAPI BERBAHAYA

Suhu badan yang mulai naik kadang dari kita mengabaikannya. kenapa?
Karena kita menganggapnya itu hanya gejala flu, yang bisa segera sembuh walaupun tanpa harus minum obat.
Sedikit pengalaman yang saya alami...

Suatu hari aku menderita panas tinggi suhu tubuh kisaran 39-40 derajat celcius. Aku kira panas yang biasa saja. jadi aku belikan obat....
Karena kesukaan ku minum jamu maka aku minum jamu, pengaruh jamu segera kurasakan. Keesokan harinya aku merasa baikan, tubuh terasa sehat dan enak untuk bekerja, Tapi hal aneh kurasakan ketika di tempat aku bekerja badanku terasa capek dan pinginnya istirahat, tanpa pikir panjang aku istirahat.
Aneh dan sangat aneh diluar kebiasaanku, setelah istirahat badanku tak kunjung juga baikan.
Pulang dari kerja aku minum obat pereda flu dan keesokan harinya ternyata sembuh.
Terjadi keanehan lagi aku mengalami hal yang sama seperti sehari sebelumnya, dan ini berlangsung sampai 4 hari dan pada hari ke empat mencapai puncaknya, tubuh terasa pingin istirahat dan gak bisa di tahan ditambah lagi kedua mata kelihatan memerah seperti habis kena tinju, suhu tubuh tidak kunjung normal. tetap panas meskipun tidak sampai 40 derajat celcius.
Menginjak hari ke lima pada malam hari aku periksakan diri ke dokter, diagnosa dokter Aku terkena radang usus dan gejala typus. Ketika aku ceritakan ulang keluhanku pada sang dokter ternyata ada diagnosa lain yaitu "GEJALA DEMAM BERDARAH" waaaaahhhhhhhhh bahaya ini...
(Tempatku tinggal sebenarnya bukan tempat yang baik bagi perkembang biakan nyamuk Demam Berdarah karena aku berada di lakasi 1000 m diatas permukaan air laut.)
dengan sangat terpaksa dan untuk berjaga-jaga akhirnya aku harus menginap di Rumah Sakit, untuk menerima anti biotik pendarahan dalam (Gejala pendarahan dalam kelihatan dari mata yang memerah). Dan saat itu juga harus tranfusi darah (untuk menambah trombosit)sebayak 3 labu (kantong)
Keesokan hari cek darah apakah benar aku terserang DEMAM BERDARAH dan hasilnya positif Demam Berdarah dengan kadar Trombosit 60.000.

DEMAM BERDARAH.................
WAAAAAUUUUUUUUUUUOOOOOOOOOOO..........
Kebingungan melanda seluruh anggota keluarga..............
kabar yang diterima oleh keluarga kalo orang kena Demam Berdarah minimal harus menginap di RS 7 hari (terbayang sudah berapa biaya yang harus dikeluarkan) sementara penghasilanku sekaran ini baru dalam taraf cukup menghidupi istri dan anak.

Dan akhirnya istriku yang kucinta menemukan solusi yang amat mengejutkan.....
melallui jaringan internet, bahwa kalo terserang Demam Berdarah gak usah panik cukup carikan Degan (Kelapa Muda) yang hijau dan jika di kupas kulit bagian pangkalnya berwarna merah diambil airnya dan jambu merah itulah obatnya.

dan memang benar setelah menghabiskan air kelapa muda sebanyak 2 butir kurang lebih 500 cc dan jus jambu 300 cc keesokan harinya kadar trombosit naik secara drastis (130.000)menuju kearah kadar normal (150.000).
Alhamdulillah........

Lebih lengkap......